Blog Post

Sukamara News > News > Seputar Kalteng > Dishut Kalteng Buka Posko Pemantauan Khusus Untuk Mengetahui Kondisi Karhutla

Dishut Kalteng Buka Posko Pemantauan Khusus Untuk Mengetahui Kondisi Karhutla

Palangka Raya,-

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperketat pengawasan titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), melalui Posko Pemantauan Khusus yang ditempatkan di Istana Isen Mulang Kota Palangka Raya.

Langkah ini dilakukan, agar posko pemantauan khusus ini bisa membaca situasi lapangan secara real-time dan responsif.

Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, H. Agustan Saining, mengungkapkan, posko pemantauan khusus ini didirikan atas perhatian langsung Gubernur Kalteng untuk memastikan penanganan Karhutla dapat dipantau dari detik ke detik.

“Bapak Gubernur bisa memantau perkembangan detik demi detik. Bapak Gubermur dapat memberikan arahan dan kebijakan yang tepat sasaran, sesuai dinamika serta tingkat keparahan di lapangan,” ujar H. Agustan, pada hari Senin (17/8/2026)  saat di konfirmasi melalui via telepon selulernya.

H. Agustan mengakui bahwa Posko yang telah beroperasi selama kurang lebih 2 minggu tersebut, terhubung langsung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), serta berbagai titik pantau di seluruh Kalteng.

Terdapat 32 titik pemantauan live yang disebar di daerah-daerah rawan karhutla, maupun lokasi yang memiliki akses komunikasi yang baik.

Melalui sistem patroli live ini, Gubernur dan tim pemantau dapat berkomunikasi secara langsung dengan petugas yang berada di lapangan.

“Bapak Gubernur Kalteng bisa melihat secara langsung situasi dilapangan bahkan biaa berinteraksi langsung dengan personel di lapangan, lalu menentukan apakah perlu ada penambahan tim atau penyesuaian strategi. Mana wilayah yang cukup ditangani tim yang ada, dan mana yang membutuhkan perkuatan dan atau penambahan personil,” jelasnya.

Agustan menekankan, pentingnya sinergi lintas instansi dalam menanggulangi karhutla di Kalteng. Penanganan bencana kebakaran lahan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Koordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegas Agustan.

Selain pengawasan, Pemprov Kalteng melakukan serangkaian tindakan taktis di wilayah terdampak, antara lain Skat Bakar dan Pembersihan Kanal, dengan memperbaiki dan membersihkan sepanjang lebih dari 6 kilometer saluran kanal untuk dijadikan sekat guna mencegah penjalaran api di lahan gambut.

Kemudian, Pembuatan Sumur Bor, dengan membangun sumur bor di 6 titik strategis, yang kini seluruhnya sudah dapat beroperasi untuk menyuplai air pemadaman.

Dukungan Satuan Udara, berupa pengerahkan 3 unit helikopter water bombing, dan 1 unit helikopter patroli bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Terakhir, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yakni menyiapkan pelaksanaan OMC bekerja sama dengan BNPB, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan potensi dan sebaran awan hujan di wilayah Kalteng.

“Melalui pengawasan melekat dan penguatan strategi di lapangan ini, Pemprov Kalteng berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan Kalteng yang aman dan bebas dari asap Karhutla” Pungkas H. Agustan. (Eko).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *