Sukamara,-
Kehadiran Bupati Sukamara H. Masduki bersama rombongan diantaranya Sekda dan juga Kapolres Sukamara di SPBU Sukamara menjadi penanda jika Bupati dan pejabat lainnya peduli dengan situasi yang terjadi dalam dua pekan belakangan ini terkait antrian panjang dan menghilang nya BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer terutama di dalam Kota Sukamara.
Dalam sesi wawancara Bupati Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah H. Masduki menegaskan, stok BBM kita di SPBU Kota Sukamara dan SPBU Desa Lupu Peruca stok BBM cukup aman.
Terkait dengan antrian panjang kami bersama pihak manajemen SPBU telah melaksanakan rapat koordinasi salah satu hasil nya adalah mempercepat pemanfaatan mesin baru yang mana saat ini masih menantikan rekomendasi dari pihak manajemen PT. Pertamina.
Pemasangan mesin baru nantinya sangat diharapkan akan bisa menjadi solusi untuk mengurai atau mengurangi antrian di SPBU.
H. Masduki kembali menegaskan terkait stok BBM sesuai data laporan dari pihak manajemen SPBU sangat aman sekali untuk saat ini. Jadi warga masyarakat jangan panik dan jangan membeli atau stok BBM berlebihan.
Selain itu solusi lainnya untuk mengurai dan atau mengurangi antrian saat pengisian BBM dalam rapat tadi di sepakati adanya penambahan jam pelayanan sampai pukul 22.00 Wib setiap harinya.
“Terkait ada kesan langka atau menghilangnya BBM jenis pertalite di tingkat pengecer tentunya pengawasan pada distribusi akan kita tingkatkan dan ketika ada ketidak sesuaian di lapangan nanti akan kita ambil langkah tegas dan hal ini juga kiranya akan di koordinasikan dengan pihak Kepolisian dan pihak terkait lainnya,” Pungkas H. Masduki pada hari Rabu, (29/7/2026).
Data yang awak media ini dapatkan bahwa stok BBM jenis Pertamax bekisar 16 ton kilo liter perhari untuk BBM jenis pertalite dan 8 sampai 15 ton kilo liter per hari BBM jenis Pertamax di SPBU Kota Sukamara.
Sementara itu untuk SPBU Desa Lupu Peruca untuk BBM jenis Pertalite 15 ton dan Pertamax 5 ton serta Dexlite 5 ton per sekali pengantaran. (Eko).