Blog Post

Sukamara News > News > Seputar Sukamara > PT. Sungai Rangit Dan PT. UAI Gelar Apel Siaga Karhutla 2026

PT. Sungai Rangit Dan PT. UAI Gelar Apel Siaga Karhutla 2026

Sukamara,-

General Manager (GM) PT. Sungai Rangit Tulus Sihombing mengatakan, hari ini Kamis (4/6/2026), kami telah melaksanakan Kegiatan Apel Siaga Dalam Rangka Kesiapsiagaan  Penanggulangan Serta Pencegahan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) tahu 2026.

Tulus kembali menjelaskan, bahwa apel siaga ini merupakan wujud nyata komitmen Perusahaan dalam Global Volunteer Week (GVW). Global Volunteer Week (GVW) adalah momentum internasional untuk memperkuat solidaritas melalui aksi sukarela.

Dalam rangka GVW 2026, PT. Sungai Rangit dan PT. usaha Agro Indonesia  berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam mitigasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui kolaborasi lintas sektor.

Mengingat risiko Karhutla berdampak pada ekosistem dan ekonomi petani atau masyarakat, maka kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap Kebakaran Hutan, Lahan dan Kebun (Karhutlabun) sekaligus memberikan dukungan sosial kepada masyarakat atau desa binaan di sekitar perusahaan.

Tujuan Perusahaan berperan aktif dalam GCW 2026 ialah :

(1). Meningkatkan keterampilan teknis pemadaman api bagi anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), (2). Memperkuat sinergi antara Karyawan, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Pemerintah setempat.(3). Melakukan deteksi dini melalui patroli bersama di titik rawan, (4). Memberikan apresiasi dan bantuan sosial berupa peralatan sarana dan prasarana pemadaman kepada lima Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang berperan menjaga lingkungan bebas dari kejadian Karhutla.

Lebih jauh untuk menghadapi puncak musim kemarau dan potensi anomali iklim, kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama kita dalam mengantisipasi dan menangani bencana ini.

Melalui mimbar ini, yang harus menjadi pedoman bagi seluruh Manager, staff, karyawan dan satuan tugas di lapangan adalah,

(1). Utamakan Pencegahan dan Deteksi Dini Lakukan mitigasi secara masif. Lakukan Patroli untuk terus memantau titik rawan serta memberikan edukasi kepada warga sekitar perusahaan yang memiliki lahan. Pastikan manajemen air dan pembasahan lahan gambut berjalan efektif untuk mencegah api meluas.

(2). Siagakan Personel dan Peralatan, Pastikan seluruh sarana dan prasarana berfungsi dengan baik. Respon cepat (quick response) harus menjadi standar operasional kita jika ada laporan titik api di lapangan. Segera lakukan pemadaman sejak api masih berskala kecil agar tidak membesar dan menimbulkan kabut asap yang merugikan kesehatan dan ekonomi.

“Ingatlah bahwa penanggulangan Karhutla bukan hanya tanggung jawab GM, atau Manager akan tetapi merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Mari kita rapatkan barisan, bulatkan tekad, dan satukan langkah untuk mewujudkan perusahaan kita bebas dari asap Karhutla,” Pungkas Tulus Sihombing.

Pada kegiatan ini di hadiri oleh Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), Pemkab Sukamara, Polres Kobar, Polres Sukamara, Danramil Sukamara, Danramil Kobar, Kadis DLH Kobar dan Sukamara, Kepala Desa Binaan Perusahaan, Mr. Kim selaku Chief Strategy Officer (CSO) PT PAR, Mr. Kwon selaku Deputy Chief Operating Officer (COO) PT PAR.

Hadir juga Mr. Tai Rong Xun selaku Regional Director Area I.Manager, Askep dan Staff, Karyawan PT Sungai Rangit dan PT Usaha Agro Indonesia serta seluruh peserta dan tamu undangan. (Eko).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *