Blog Post

Sukamara News > News > Seputar Sukamara > Menekan Munculnya Kasus Stunting Baru Pemkab Sukamara Gelar Rakor 

Menekan Munculnya Kasus Stunting Baru Pemkab Sukamara Gelar Rakor 

Sukamara,-

Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar rapat koordinasi intervensi pencegahan stunting tahun 2026 sebagai upaya menekan munculnya kasus stunting baru di wilayah tersebut. Kegiatan itu dihadiri lintas sektor, OPD, pemerintah kecamatan hingga desa.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sukamara pada hari Selasa (12/5/2026).

Wakil Bupati Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah, Nur Efendi menegaskan, stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dirinya menambahkan, bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase inilah pertumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan.

Nur Efendi kembali menyebutkan, anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami hambatan perkembangan otak dan penurunan tingkat kecerdasan.

“Stunting bukan soal tubuh pendek, tetapi juga memengaruhi kualitas generasi penerus. Dampaknya bisa sampai pada produktivitas saat dewasa dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pencegahan difokuskan pada pendampingan remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0–23 bulan yang berisiko mengalami masalah gizi.

“Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap lahir langkah konkret dan intervensi yang tepat guna menekan kasus stunting baru sekaligus mempercepat terwujudnya Sukamara bebas stunting,” Pungkas Nur Efendi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara pada tahun 2022 berada di angka 21,8 persen. Angka tersebut sempat meningkat menjadi 29,1 persen pada tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebelum kembali turun menjadi 20,1 persen pada tahun 2024. (Eko).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *