Pangkalan Bun/Kobar
Kepala Desa Babual Baboti Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng Uwan Heru mengatakan, bahwa Ritual adat Dayak saat membangun masjid, seperti ritual penyucian lahan, bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Tuhan/leluhur agar pembangunan berjalan aman, lancar, dan tanpa gangguan gaib.
Selain itu, ritual ini simbol penghormatan alam, mempererat kebersamaan/gotong royong lintas budaya, serta wujud perpaduan harmoni antara budaya Dayak dan Islam.
Uwan Heru secara rinci mengatakan, bahwa ritual adat Dayak ini adalah, Penyucian Lahan : Ritual dilakukan untuk membersihkan lahan dari energi negatif agar tempat ibadah menjadi berkah.
Penguatan Solidaritas :Â Melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk yang non-Muslim, sebagai bentuk toleransi dan kerjasama antar umat beragama.
Kearifan Lokal (Huma Betang) :Â Menjunjung tinggi falsafah hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.
Uwan Heru juga menuturkan, bahwa pendanaan untuk pembangunan Masjid Al-Barokah ini berasal dari dana swadaya diantaranya yang sudah membantu yaitu Bupati Kobar, dan swadaya warga desa Babual Baboti dan desa sekitarnya.
Kegiatan ritual adat Dayak dalam proses awal pembangunan masjid Al-Barokah Desa Babual Baboti ini dilaksanakan pada hari Rabu (11/3/2026). (Yohanes//Eko).